Untuk dunia. . .
Ketika ku bicara, mereka bicara
Ketika ku berhenti bicara, mereka tetap bicara
Desir kehidupan bicara
Apa isi dunia ini ?
Apa hidup seperti ini ?
Penuh dengan warna – warni egoisme
Apa tidak ada sedikit pengertian sebagai bentuk kembalian
Mengapa dunia tidak muntah dengan semua kepengapan ini ?
Mengapa dunia tidak sesak dipijak oleh kami ?
Sedanhgkan aku, hanya dengan mengendus – endus baunya saja sudah merasa jijik
Apa aku egois ?
Tapi apa ini adil ?
Mengapa hidup ini tidak kenal rasa kompromi ?
Tapi. . .
Membayangkan hanya bertanya seperti ini dan menuntut keadilan
Aku merasa seperti ayam tolol yang ingin terbang ke bulan
Hidup ini memang tidak adil ternyata
Dan tidak akan pernah adil
Adil tidak semata ada di samping kehidupan
Tidak seperti air yang melimpah di lautan
Semoga aku dapat sedikit mencicipinya di tengah langkah kecil ku
Ini aku dunia !
Apa kau tidak bisa melihatku ?
Apa kau tidak bisa melihat bocah malang yang berada diantara ribuan nafas kehidupan
aku, yang sedang membuat puisi untuk mu
Untuk dunia
Lihat aku dunia !
Apa kau tidak bisa melihat lubang yang begitu dalam dan terjal dari palung mana pun
Aku sudah mencoba melapangkan hatiku lebih lapang dari samudra mana pun
Tapi rasa ini sudah sangat – sangat menyiksa ku
Aku yang bejalan menyisir sendiri
write by : Hutomo Putro
telah dipatenkan
dittha 4:11 pm on January 29, 2009 Permalink |
wuidiihhhhh……….
dalem euii….
hehehehe
mantabh2!!!!
thejamker 1:21 pm on January 30, 2009 Permalink |
ternyata
didalam jiwa ku yang aut2an ini
dan dilam dunia yang waras ini
ada juga yang bilang puisi daku bagus
(sok puitis lo tooooommmmm, najong !
hehehehe
biarin)
makasi yah kk pujiannya
hanifah 4:52 pm on January 31, 2009 Permalink |
aq terharu,,,,,T_T,,,
gak nyangka seorang tomo, salah satu pakar astronomy Smandel bisa bermain kata dalam puisi….keren,,,,,
yihhhaaaaa
dyah 10:02 pm on February 10, 2009 Permalink |
iya kak, keren. buat puisi terus ya kak, sama lagu juga. dyah doain