Untuk dunia. . .

Ketika ku bicara, mereka bicara

Ketika ku berhenti bicara, mereka tetap bicara

Desir kehidupan bicara

Apa isi dunia ini ?

Apa hidup seperti ini ?

Penuh dengan warna – warni egoisme

Apa tidak ada sedikit pengertian sebagai bentuk kembalian

Mengapa dunia tidak muntah dengan semua kepengapan ini ?

Mengapa dunia tidak sesak dipijak oleh kami ?

Sedanhgkan aku, hanya dengan mengendus – endus baunya saja sudah merasa jijik

Apa aku egois ?

Tapi apa ini adil ?

Mengapa hidup ini tidak kenal rasa kompromi ?

Tapi. . .

Membayangkan hanya bertanya seperti ini dan menuntut keadilan

Aku merasa seperti ayam tolol yang ingin terbang ke bulan

Hidup ini memang tidak adil ternyata

Dan tidak akan pernah adil

Adil tidak semata ada di samping kehidupan

Tidak seperti air yang melimpah di lautan

Semoga aku dapat sedikit mencicipinya di tengah langkah kecil ku

Ini aku dunia !

Apa kau tidak bisa melihatku ?

Apa kau tidak bisa melihat bocah malang yang berada diantara ribuan nafas kehidupan

aku, yang sedang membuat puisi untuk mu

Untuk dunia

Lihat aku dunia !

Apa kau tidak bisa melihat lubang yang begitu dalam dan terjal dari palung mana pun

Aku sudah mencoba melapangkan hatiku lebih lapang dari samudra mana pun

Tapi rasa ini sudah sangat – sangat menyiksa ku

Aku yang bejalan menyisir sendiri

write by : Hutomo Putro

telah dipatenkan